Pria yang biasa bekerja sebagai kuli angkut ini sudah dari tahun 2005 menjadi penjual dadakan kembang api. Biasanya kembang api di order dari kakanya sendiri dan kembang api tersebut di belinya di Bekasi. Untuk kembang api ia menjual dari harga seribu sampai seratus ribu rupiah. “Ini kan barang musiman, jadi saya menjual untuk meramaikan saja,” katanya.
Terompet dan kembang api memang sangat identik dengan pergantian tahun. Seyogyanya untuk meramaikan pergantian tahun ini masyarakat lebih senang memeriahkan accaranya dengan memasang kembang api sekaligus meniup terompet, khususnya anak – anak. (Tami)

